Dirinya menjelaskan bahwa di Indonesia itu beragam oleh karena itu disepakati dinamai jalan tengah. ” Jalan tengah itu agama dan kebangsaan saling melengkapi, kita bukan negara agama tapi nilai-nilai agama itu melandasi nilai-nilai moral agama itu segala kehidupan kita,” ungkapnya.
Dirinya juga mengatakan bahwa tidak mempersalahkan bhinekanya yang beragam seperti Islam, Kristen dan sebagainya tapi yang penting tujuan kita sama yaitu agar indonesia merdeka dulu, berdaulat, adil, setara dan rakyatnya maju.
“Belakangan ini setelah reformasi banyak pendapat-pendapat baru yang kadang-kadang bikin resah, maka dari itu kita silaturahim ke pondok-pondok, berpusat pada Ulama,” ujarnya.
“Kalau NU dan Muhammadiyah kuat maka inilah tradisional modern, moderat tengah kuat sehingga dirinya menitipkan dan berpesan kepada Bupati agar NU dan Muhammadiyah betul-betul diperhatikan agar Indonesia itu aman tentram, yang Islami tradisional dan modern menjadi aman tidak terjadi perpecahan,” tutupnya.









