Teguh juga menerangkan bahwa pihaknya melibatkan dokter dan perawat untuk mengambil tes urine secara acak kepada warga binaan. Tim Satops Patnal kali ini bekerja maksimal dengan berkolaborasi bersama regu pengamanan lapas. Menyisir blok hunian secara intensif.
“Dari hasil sidak kali ini ditemukan barang terlarang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban seperti korek api, pisau cukur, gunting dan kompor portabel turut diamankan,” urai Teguh.
Teguh juga memberikan motivasi kepada seluruh jajaran Lapas Banyuwangi. Dia mengingatkan untuk selalu menerapkan pola hidup sederhana. Selain itu juga bersikap netral terhadap seluruh warga binaan. Juga menjunjung tinggi integritas dan menjaga amanah dalam melaksanakan tusi.
“Jangan sampai kalian terpecah belah oleh perilaku warga binaan apalagi memiliki kedekatan dengan mereka, ingat sumpah jabatan yang kalian emban memiliki tanggung jawab moril yang besar,” tuturnya.
Pria kelahiran Jakarta ini juga mengingatkan untuk segera melakukan pemuktahiran data NIK warga binaan. Karena jelang pesta demokrasi tahun 2024 pihaknya ingin seluruh penghuni dapat memberikan hak pilihnya pada pemilu nanti.////











