Surabaya, seblang.com – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Setwan) DPRD Jawa Timur membagikan 1.500 paket takjil kepada masyarakat yang melintas di depan Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura No. 1, Krembangan, Surabaya, Jumat (13/3/2026) sore.
Kegiatan ini merupakan pembagian takjil tahap kedua setelah sebelumnya dilaksanakan pada Jumat (27/2/2026).
Kepala Bagian Program dan Keuangan Setwan DPRD Jatim, Sri Nurwidayati, menjelaskan bahwa jumlah takjil yang dibagikan pada kegiatan kedua ini sama dengan tahap pertama.
“Pada sore hari ini merupakan pembagian takjil yang kedua. Dua minggu yang lalu kami juga membagikan takjil pada sesi pertama dengan jumlah yang sama, yakni 1.500 paket,” ujar Sri di sela kegiatan pembagian takjil.
Ia menuturkan, sasaran pembagian takjil tersebut adalah masyarakat umum yang melintas di depan kantor DPRD Jatim. Program ini merupakan bagian dari gerakan “Tujuh Kebaikan” selama Ramadan yang dicanangkan Sekretaris DPRD (Sekwan) Jatim, Moh. Ali Kuncoro, pada awal Ramadan 1447 Hijriah.
“Ini merupakan salah satu dari program Tujuh Kebaikan selama Ramadan yang dicanangkan oleh Pak Sekwan di awal Ramadan, salah satunya adalah pembagian takjil,” ujarnya.
Menurutnya, rangkaian program “Tujuh Kebaikan” tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga warga sekitar kantor DPRD Jatim serta internal pegawai Setwan.
“Untuk program Tujuh Kebaikan ini, sasaran pertama masyarakat luas. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian bingkisan Lebaran berupa sembako untuk masyarakat sekitar, serta kegiatan buka bersama bagi internal Setwan,” katanya.
Sri menjelaskan, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat hubungan antara Setwan dengan masyarakat sekitar sekaligus menjaga keharmonisan di lingkungan internal.
“Artinya, Tujuh Kebaikan ini kita arahkan untuk menjangkau semuanya. Masyarakat luas, masyarakat sekitar, dan tetangga di lingkungan kantor. Kita hidup bertetangga, tentu harus membina hubungan baik dengan lingkungan, sekaligus tidak lupa memperkuat hubungan di internal,” tuturnya.
Ia menambahkan, dukungan masyarakat sekitar dan internal pegawai menjadi faktor penting dalam menunjang kinerja Setwan.
“Bagaimanapun juga, Setwan tidak akan maksimal kinerjanya tanpa dukungan dari lingkungan sekitar maupun dari dalam,” imbuhnya.
Menurut Sri, momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan spiritual sekaligus sosial.
“Alhamdulillah di momen Ramadan ini selain meningkatkan habluminallah, hubungan kita kepada Allah, juga memperkuat habluminannas, hubungan dengan sesama manusia,” katanya.
Selain pembagian takjil, program “Tujuh Kebaikan” juga mencakup kegiatan ibadah lain seperti qiyamulail dan tadarus Al-Qur’an.
“Kita juga memiliki agenda qiyamulail yang insyaAllah dilaksanakan malam hari sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tadarus dilaksanakan secara fleksibel agar tidak mengganggu aktivitas pekerjaan pegawai.
“Artinya kita tidak hanya meningkatkan iman dan takwa, tetapi pekerjaan juga tetap harus berjalan seimbang,” jelasnya.
Menurut Sri, kegiatan tadarus yang rutin terjadwal setiap pekan lebih banyak diikuti oleh pegawai perempuan.
“Kebetulan di Setwan yang rutin tadarus setiap minggu adalah ibu-ibu. Untuk bapak-bapak sifatnya fleksibel, tetapi yang dijadwalkan rutin memang dari ibu-ibu,” ujarnya.
Pihaknya berharap rangkaian kegiatan Ramadan 2026 tersebut dapat menjadi tradisi tahunan di lingkungan Setwan DPRD Jatim.
“Jika sebelumnya hanya ada kegiatan tadarus, kini Pak Sekwan mencanangkan program Tujuh Kebaikan dan disepakati seluruh staf Setwan. Harapannya, kegiatan ini bisa terus dilakukan dan menjadi tradisi di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya. (*/ady)











