“Pencak Sumping merupakan salah satu tradisi yang sangat kental di sini. Kami ingin menjadikan Pencak Sumping sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari para siswa di desa ini,” kata Kepala Desa Tamansuruh, Teguh Eko Rahadi.
Pihaknya tengah mengusahakan agar Pencak Sumping bisa dijadikan sebagai ekstrakulikuler di sekolah-sekolah.
“”Kami telah berkoordinasi dengan Satkordik (Satuan Koordinator Pendidikan) Kecamatan Glagah agar nantinya sekolah-sekolah di wilayah Glagah akan menerapkan ekstrakurikuler Pencak Sumping,” tambah Teguh.
Selain Pencak Sumping, Sepekan Tamansuruh juga menyajikan beberapa potensi daerah lain, seperti pertunjukan angklung caruk, mocoan lontar Yusuf, pameran seni rupa dan UMKM, dan workshop seni rupa.
Selain itu, ada juga workshop pijat terapi, pertunjukan seni burdah, jamasan pusaka, paddys fashion show, jalan sehat, serta Tamansuruh berselawat.
Pagelaran itu bakal digelar di beberapa tempat, mulai dari Kembang Galengan hingga Omprong Gandrung Kemarang.
Teguh mengatakan, Sepekan Tamansuruh bisa terlaksana karena andil dari berbagai pihak. Termasuk warga desa yang antusias menggelar dan mengikuti setiap pagelaran dalam festival.
Tamansuruh merupakan desa yang meraih penghargaan “Desa Cinta Statistik (Desa Cantik)”, dari Badan Pusat Statistik (BPS). Desa tersebut masuk 10 besar Terbaik Nasional 2021 BPS. (*)









