“Setelah selesai bertugas saya lihat, kaki saya berdarah. Paku itu tembus keatas. Untung kaki saya hanya tergores, memang berdarah tapi tadi dapat pengobatan. Alhamdulillah aman,” ungkapnya.
Menanggapi insiden yang dialami oleh dua orang Anggota Paskibra itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan hal tersebut merupakan bentuk profesional yang ditunjukkan dalam proses pengibaran bendera. Serta sebagai sikap perjuangan yang patut menjadi contoh baik.
Usai upacara Bupati mengambil sepatu yang copot milik anggota paskibra untuk diamankan.
“Kita tetap apresiasi adik-adik Paskibra, kejadian kecil seperti ini tidak menyurutkan semangat mereka. Tugas mereka ini mulia, mengibarkan sang saka merah putih setinggi-tingginya, kita harus tetap beri semangat pada mereka,” ungkap orang nomer satu di Kabupaten Jember itu.
Selanjutnya Hendy menyampaikan, pada momen Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia terasa spesial dan berbeda. Karena sebelumnya, Upacara Kemerdekaan biasanya digelar di Alun-Alun Kota Jember.
Namun demikian, saat ini Alun-Alun Kota Jember sedang direnovasi dan masih dalam proses perbaikan.
“Upacara hari ini pertama kali dilaksanakan di Stadion JSG dan diikuti oleh 20.000 peserta dan tamu undangan,” ulasnya.
“Nantinya, ini akan kita ajukan ke Museum Rekor Indonesia (MURI) dan kita catatkan sebagai upacara bendera dengan jumlah peserta terbanyak,” tandasnya.///////











