Seorang Perempuan di Kabat Banyuwangi Nekat Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

by -114 Views
Wartawan: Ali Sam'ani
Editor: Herry W. Sulaksono


Kapolsek Kabat, AKP Kusmin, menegaskan bahwa keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai takdir dan tidak berniat menuntut secara hukum, baik pidana maupun perdata. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah, yang dikuatkan dengan surat pernyataan resmi.

Kejadian di Desa Bunder ini terjadi hanya satu hari setelah kasus gantung diri serupa di Kelurahan Mojopanggung pada Jumat, 21 Maret 2025. Dua peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan aparat setempat. Kapolsek Kabat menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan upaya pencegahan dan sosialisasi terkait kesehatan mental serta pentingnya dukungan sosial di tengah masyarakat.


Tim kepolisian dari Polsek Kabat telah melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk olah TKP, pengumpulan keterangan saksi-saksi, serta koordinasi dengan tim medis dan keluarga korban. Barang bukti yang ditemukan di TKP, antara lain seutas tali tampar berwarna biru dan sebuah kursi plastik berwarna coklat, telah diamankan untuk keperluan investigasi lebih lanjut.

Kapolsek Kabat juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan keluarga korban dan perangkat desa setempat untuk memastikan proses pemakaman berjalan dengan lancar. “Kami turut berduka atas kejadian ini dan berharap masyarakat dapat mengambil hikmah serta lebih peduli terhadap kondisi sesama,” ujar AKP Kusmin.//////

iklan warung gazebo