“Program pemberdayaan ekonomi, bantuan sosial serta akses pendidikan dan kesehatan akan terus kita tingkatkan agar semua lapisan masyarakat dapat menikmati hasilnya secara merata,” paparnya.
Pemkab juga terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan infrastruktur dan program afirmasi. Seperti beasiswa Banyuwangi Cerdas, bantuan uang saku dan uang transport bagi pelajar kurang mampu, hingga akselerasi pendidikan masyarakat (aksara).
Upaya tersebut terbukti berdampak positif. Pada 2023, ekonomi Banyuwangi tumbuh 5,03% (2022: 4,43%), angka kemiskinan turun menjadi 7,34% (2022: 7,51%), pendapatan perkapita naik jadi Rp58,086 juta (2022: Rp53,822 juta) dengan inflasi di bawah nasional 2,13% (nasional 2,61%).
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 73,15 (2022) menjadi 73,79 (2023). Tak heran, di Puncak Otoda XXVIII 2024, Banyuwangi kembali dinobatkan peringkat pertama nasional dan meraih Penghargaan Pembangunan Daerah dari Presiden Jokowi.
“Pencapaian ini adalah buah kerja keras dan gotong royong semua elemen masyarakat Banyuwangi,” pungkas Bupati.//////











