“Pengalaman dan ilmu yang kami dapatkan dari studi tiru ini sesegera mungkin akan kami terapkan di Lapas Banyuwangi,” imbuhnya.
Pada saat bersamaan, Plt. Kakanwil Kemenkumham Jatim Anak Agung Gede Krisna juga melakukan kunjungan ke Lapas Pasuruan untuk melakukan pembinaan, monitoring, pengawasan dan pengendalian (Bintorwasdal).

Agung menjelaskan bahwa perjuangan untuk mendapatkan predikat WBK semakin berat. Karenanya ia menuntut jajarannya untuk memunculkan beragam inovasi yang memiliki dampak langsung terhadap kemudahan dan kecepatan layanan kepada masyarakat.
“Kita sebagai ASN dengan core value BERAKHLAK dituntut untuk tidak menyerah dan menjadikan semua itu sebagai tantangan untuk mewujudkan perubahan kearah yang positif,” beber Agung.
Pria yang juga pernah memimpin Lapas Malang itu membeberkan kunci keberhasilan pembangunan ZI menuju WBK/WBBM. “Kuncinya hanya ada dua, yaitu luruskan niat dan ciptakan kesinambungan diantara keenam Pokja (Kelompok Kerja),” pungkas Agung.////









