Banyuwangi, seblang.com – Salah satu kendala yang ada dalam melaksanakan program latihan yang dirancang oleh tim pelatih silat adalah terkait tidak adanya dana taktis dari Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banyuwangi.
Ungkapan tersebut disampaikan oleh Salah Seorang Pelatih Silat Banyuwang, Siswanto, setelah mendampingi anak asuhnya melakukan latihan di Aula Kecamatan Giri Banyuwangi.
Menurut Siswanto, sebenarnya tim pelatih Silat menginginkan start latihan minimal 3 bulan atau setelah Hari Raya Idul Fitri lalu dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur (Jatim) Tahun 2025. Namun dengan berbagai pertimbangan program latihan berjenjang baru bisa terealisasi pada akhir Mei ini.
Dia menambahkan untuk mengoptimalkan persiapan tim pelatih memberikan program latihan yang dilaksanakan para pesilat secara mandiri yang nanti akan dilaporkan melalui grup WA yang sudah disiapkan.
Selain menggelar program latihan berjenjang, para pesilat Banyuwangi juga melaksanakan program latihan bersama yang digelar di tengah pekan di dua tempat di Banyuwangi kota bagi wilayah utara dan Padepokan Silat PSHT di Kecamatan Cluring untuk wilayah selatan.
Sedangkan untuk target medali dalam Porprov IX Jatim mendatang tim Silat Banyuwangi memasang target 4 medali (2 Emas dan dua perak).”Keinginan kita 2 emas dua perak sesuai target yang ditetapkan KONI. Porprov sebelumnya kita mendapatkan 1 emas dan 2 perunggu. Harapanya ada peningkatan tahun ini walaupun dengan persiapan yang seadanya,” ujar Siswanto











