Selama pelaksanaan Pasar Takjil Ramadan para pelaku UMKM dan warga masyarakat yang ingin membeli diminta untuk tetap disipilin mematuhi protokol kesehatan (Prokes) meskipun kasus Covid di Banyuwangi sudah melandai.
“Kegiatan Pasar Takjil Ramadan ini adalah salah satu upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang diadakan Pemkab Banyuwangi sebagaimana salah satu pilar dalam Banyuwangi Rebound,” jelas Nanin melalui sambungan Handphone (HP) pada Senin (04/04/2022).
Diberitakan sebelumnya Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Banyuwangi diharapkan mampu menyajikan kuliner dalam konsep bersih dan sehat (Hygienes ) serta terkoneksi digital khususnya dalam sistem pembayaran non tunai sebagai salahsatu upaya menaikan kelas pedagang UMKM.
Menurut BupatiIpuk, pandemi Covid 19 telah memberikan pelajaran kepada semua elemen masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan sehat, termasuk para pelaku UMKM daganganya harus lebih baik mutu dan kualitasnya. Mulai pemilihan bahan baku, proses pembuatan atau produksinya maupun dalam packaging.//
Selain itu dalam era digital pelaku UMKM juga diharapkan semakin akrab dengan cara pembayaran non tunai dalam upaya menaikan kelas UMKM yang terkoneksi digital, dalam pemasaran maupun dalam transaksi dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).










