Banyuwangi, seblang.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim) Adhy Karyono secara resmi membuka Jambore III Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jatim yang digelar di Pantai Grand Watudodol, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (13/9/2025).
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi, Direktur Kemendes, perwakilan Kalaksa BPBD Jatim, serta perwakilan BPBD dari berbagai daerah di Indonesia. Turut hadir sejumlah anggota legislatif Komisi E DPRD Jatim, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Hajjah Siti Mafrochatin Nikmah, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, hingga kepala UPTD Jatim.
Peserta jambore berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pegiat kebencanaan, akademisi, hingga relawan FPRB se-Indonesia. Sekjen FPRB Jatim, Catur Sudarmanto, menyebut jumlah peserta mencapai 803 relawan dari 38 provinsi dan 105 kabupaten/kota. “Banyak yang datang dari jauh, seperti Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur,” ungkap pria yang akrab disapa Mbah Darmo itu.
Deputi Pencegahan BNPB Prasinta Dewi dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lima elemen pentahelix: akademisi, dunia usaha, masyarakat, pemerintah, dan media. “Kita harus membangun sinergi serta inovasi bersama. Forum PRB menjadi wadah kolaborasi itu. Kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, dan minoritas juga harus dilibatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Wabup Banyuwangi Mujiono menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, mulai dari pra bencana, tanggap darurat, hingga pasca bencana. “Jika ada bencana, mitigasi sudah harus siap. Jambore ini juga memberi manfaat ekonomi karena peserta menginap, makan, dan berbelanja di Banyuwangi sehingga ikut mengangkat UMKM,” katanya.
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono dalam sambutannya menyampaikan bahwa meski jenis bencana berbeda, korban tetap sama yaitu masyarakat terdampak. “Pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat adalah yang paling tangguh. Selamat mengikuti jambore untuk para relawan FPRB!” tegasnya.
Ada momen menarik dalam pembukaan ketika sejumlah pejabat yang hadir secara spontan menyumbang dana hingga terkumpul Rp100 juta untuk mendukung penyelenggaraan jambore.
Rangkaian acara pembukaan diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan duafa, dilanjutkan penampilan Tari Jejer Gandrung oleh Sanggar Tari Sayu Wiwit Desa Bangsring. Usai seremoni, Sekdaprov Jatim bersama pejabat lain melakukan penanaman pohon cemara laut di tepi Pantai Grand Watudodol. Selain itu, panitia juga menggelar donor darah bekerja sama dengan PMI Cabang Banyuwangi.
Jambore III FPRB Jatim 2025 akan ditutup pada Minggu (14/9/2025) dengan kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako bagi warga sekitar lokasi acara.///////











