Sementara itu, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Malang, Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah, menegaskan bahwa kemandirian merupakan nilai dasar yang melekat sejak awal berdirinya Nahdlatul Ulama.
“Ma’arif itu sejak awal berdiri bersama NU, memang diawali dari kemandirian. Dan kemandirian itu lahir dari pergerakan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kemandirian tersebut tumbuh dari kepercayaan (trust) publik, yang dibangun melalui kepedulian dan perhatian terhadap seluruh pemangku kepentingan.
“Kalau ingin dipercaya, syaratnya harus care, harus perhatian. Ketika kita sudah perhatian kepada semua stakeholder, maka mereka akan percaya dan mendukung pembangunan secara bersama-sama,” tegasnya.
Gedung baru LP Ma’arif NU Kabupaten Malang, lanjutnya, merupakan wujud nyata dari kepercayaan kolektif masyarakat dan seluruh stakeholder pendidikan.
Prof. Abdul Malik juga mengungkapkan bahwa LP Ma’arif NU Kabupaten Malang telah lama menata sistem administrasi dan manajemen berbasis digital melalui JAMaNU (Jaringan Madrasah Ma’arif NU).
“Kami punya database yang sudah terintegrasi. Dari data itu, kami tahu sekolah mana yang potensial untuk digerakkan ke tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Database tersebut memuat pemetaan sekolah berdasarkan akreditasi dan kualitas, mulai dari Grade A, Grade B, hingga yang belum terakreditasi, sehingga LP Ma’arif memiliki peta jalan yang jelas dalam pengembangan mutu pendidikan.
Keberhasilan SMK NU Nusa Poncokusumo meraih sertifikasi ISO 21001:2018 disebut sebagai bukti nyata efektivitas sistem tersebut.
“Kami menargetkan world class Ma’arif education. Ma’arif menuju kelas dunia, dan langkah awalnya adalah sertifikasi ISO 21001:2018 yang khusus untuk bidang pendidikan,” tandasnya.
Ia memastikan bahwa sertifikat ISO tersebut akan resmi diterima bulan ini, sekaligus menandai babak baru LP Ma’arif NU Kabupaten Malang sebagai lembaga pendidikan yang mandiri, profesional, dan berstandar internasional.












