“Semoga aksi ini berdampak pada lingkungan yang semakin sehat, ekonomi rakyat, serta ketahanan ekosistem yang kuat,” kata Mujiono.
Ia menjelaskan, gerakan Sedekah Oksigen telah dilakukan secara masif sejak 2016 untuk menumbuhkan budaya menanam pohon secara berkelanjutan. Sejak itu, jutaan pohon telah ditanam di berbagai wilayah Banyuwangi.
Hingga kini, Pemkab Banyuwangi terus memasifkan gerakan tersebut melalui berbagai kebijakan. Salah satunya dengan mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) yang naik pangkat menyumbangkan satu bibit pohon.
Selain itu, sebanyak 4.888 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang baru diangkat juga mendonasikan satu bibit pohon berkayu sebagai bentuk rasa syukur atas pengangkatan sebagai ASN.
Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Raya, Mukhlisin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari aksi Sedekah Oksigen sekaligus upaya melibatkan masyarakat secara aktif dalam menjaga lingkungan.
“Selain membagikan bibit kepada warga untuk ditanam secara mandiri, Perhutani juga rutin melakukan penghijauan di kawasan hutan. Pada 2025, sekitar 500 ribu tanaman kehutanan dan tanaman buah berkayu telah ditanam di KPH Banyuwangi Raya,” ujarnya. (*)












