Sementara tujuan razia kali ini, disebutkan Eli Sumantika, untuk membuat efek jera agar para pelajar tidak lagi bolos dari sekolah dan terhindar dari kegiatan negatif.
” Sebenarnya mereka ada 25 siswa dan 23 siswa kami bawa ke Mako, kemudian ada 2 orang pelajar yang berusaha kabur, tapi 1 pelajar datang kembali, sehingga diamankan untuk dibina, “ujarnya.
Eli Sumantika menegaskan, sedangkan para pelajar yang terjaring bolos itu saat ditanya dengan berbagai alasan, mulai tidak suka pelajaran pada jam itu dan ada yang mengakui alasan telat ketika sampai di sekolah.
Kata Eli, seluruh pelajar yang terjaring razia diwajibkan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya dan ditanda tangani diatas meterai.
Kemudian, imbuh Eli, kami memberikan pembinaan berupa penghormatan pada bendera merah putih serta menyanyikan lagu Indonesia raya dan pemanggilan guru pembimbing dari masing-masing sekolah serta langsung diserahkan kepada guru pembimbing masing-masing.
” Para siswa tersebut diberikan pembinaan terlebih dahulu di mako. Selanjutnya kami panggil pihak sekolah dan orang tuanya dari masing-masing siswa. Untuk dibina dan diberi sanksi agar mereka sadar tidak akan mengulangi perbuatannya, “pungkasnya./////












