Lebih lanjut ia asal Kecamatan Jangkar menambahkan tentang sistem yang simpang siur antara terbuka dan tertutup tentunya info ini masuk kepada orang tuanya sehingga menimbulkan ke khawatiran jika pada malam Sabtu mendapat informasi yang valid bahwa dirinya mendapat no urut 2.
“Mendengar informasi saya mendapat no urut 2 dan saya informasikan kepada orang tua saya jika orang tua saya keberatan dengan berbagai pertimbangannya seperti itu, dan akhirnya kami bersama keluarga besar menentukan sikap tidak mencalonkan jadi anggota DPRD. Dan kami sendiri tidak paham pertimbangan partai Gerindra jika petahana bisa di no urut 2,” imbuhnya dengan sedikit wajah kecewa.
Hambali ketua DPC Gerindra Situbondo saat press rilis pada hari Sabtu (13/05) mengatakan, di berkas pendaftaran caleg di 7 dapil sudah diterima oleh KPUD tanpa ada berkas yang kurang.
“Kami ucapkan terimakasih kepada semua DPC, PAC dan ranting dan staf partai Gerindra yang tanpa lelah menunggu bakal calon untuk dapat menyerahkan berkas yang dibutuhkan oleh KPU, untuk Bacaleg 100% di tujuh dapil sudah terpenuhi semuanya, dan kami menargetkan 9 kursi,” ujarnya.
Disinggung mengenai pengunduran diri Bacaleg Petahana dari partai Gerindra Hambali mengatakan sampai hari ini dirinya belum mendengar informasi.
“Jika nantinya benar ada kita akan melakukan analisis berdasarkan prosedur fungsi kelembagaan partai politik dengan kita melakukan rapat internal di pengurus partai DPC Gerindra Situbondo,” singkatnya. ////










