Sampai Agustus 2022 Kasus Kekerasan Pada Perempuan dan Anak di Banyuwangi Menurun 

by -450 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Deklarasi Pesantren Ramah Anak dan Penandatanganan Komitmen bersama Bupati Banyuwangi dengan Pimpinan Organisasi Keagamaan di Pedapa Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Sampai dengan Agustus 2022 total kasus kekerasan pada perempuan dan anak di wilayah Banyuwangi yang tercatat 22 kasus. Jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan total kasus yang terjadi Januari – Agustus 2021 yang tercatat 26 kasus.

Menurut Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Banyuwangi melalui Sugeng Fadjar Harijanto, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, korban kekerasan perempuan dan anak tertinggi menimpa warga Kecamatan Rogojampi sebanyak 10 kasus.

” Sedang di wilayah kecamatan lain sebenarnya ada kasus yang terjadi namun jumlahnya relatif kecil. Sebagian besar kasus kekerasan yang terjadi pada keluarga yang mengalami broken home,” jelas Fajar.

Ayah dua anak tersebut menuturkan dari 22 kasus yang terjadi hingga Agustus 2022 13 kasus merupakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mulai dari kekerasan fisik, Psikis, kekerasan seksual dan penelantaran. Sedangkan sisanya 9 (sembilan) kasus Non KDRT yang berupa; pencabulan, persetubuhan, kenakalan remaja dan lain-lain.

“Kami berharap bagi orang tua atau warga masyarakat yang mengetahui terjadinya tindak kekerasan untuk secepatnya melaporkan kepada Dinas Sosial maupun aparat pemrintah terdekat agar secepatnya mendapatkan penanganan,” imbuh Fajar.

Dalam upaya melakukan pencegahan terjadinya tindak kekerasan kepada perempuan dan anak, lanjut dia Dinas Sosial menjalin kerjasama dengan Kementrian Agama dan Dinas Pendidikan untuk melakukan sosialisasi pencegahan dan penaggulangan terjadinya tindak kekerasan di lingkungan sekolah.

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *