“Selain pemeriksaan kesehatan, yang paling dibanjiri masyarakat adalah penghapusan tattoo gratis,” ungkapnya.
Dikatakan Taufik, bakti sosial dan pengobatan akan terus dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polres Malang hingga puncak kegiatan pada 1 Juli 2023 nanti. Pihaknya berharap baksos yang dilakukan dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban bagi masyarakat Kabupaten Malang.
“Harapannya kegiatan bakti kesehatan ini betul-betul bisa menyentuh masyarakat yang membutuhkan, bisa menyetuh masyarakat kalangan bawah serta memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat kita,” tuturnya.
Sementara itu, Adi (33), salah satu warga yang mengikuti baksos menyambut baik kepedulian Polri dengan kegiatan baksos yang digelar di desanya. Ia mengaku senang dan mengapresiasi kepedulian polisi dalam kegiatan sosial dan bakti kesehatan yang diadakan Polres Malang dan jajarannya.
“Ini adalah bukti kalau Polri semakin dekat dengan masyarakat. Semoga Polri semakin maju, profesional dan diberi kelancaran dalam melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” katanya. (u-hmsresma)










