Sales FIF Banyuwangi Disebut Mirip Debt Collector, Konsumen Keluhkan Spam Call dan Chat Setiap Hari

by -8 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono

Merasa tidak lagi nyaman, EY pun mengaku mempertimbangkan langkah hukum jika praktik tersebut terus berlanjut.
“Kalau masih seperti
ini, saya akan tempuh jalur hukum dan laporkan ke pihak berwajib. Karena ini sudah sangat mengganggu,” tandasnya.

Fenomena ini juga memunculkan kekhawatiran soal keamanan data pribadi. Bukan hanya FIF, perusahaan perbankan dan perusahaan pembiayaan lainnya kerap mengirim pesan penawaran kredit, mulai dari pembiayaan motor hingga pinjaman multiguna.

Masyarakat pun mempertanyakan dari mana pihak sales mendapatkan nomor telepon mereka, terutama bagi yang merasa tidak pernah memberikan data ke pihak pembiayaan.

Ini yang bikin khawatir. Nomor kita dapat dari mana? Kok bisa terus-terusan dihubungi. Padahal, bagi siapapun yang menyebarkan data pribadi bisa dikenakan pidana,” keluh warga lainnya.

Sementara itu Branch Manager FIFGROUP Cabang Banyuwangi Slamet H.M, mengatakan, pihaknya telah menerima pertanyaan serupa dari sejumlah media terkait keluhan tersebut. Ia menegaskan bahwa pesan yang dikirim sales pada dasarnya merupakan bagian dari penawaran kepada konsumen dengan riwayat pembayaran yang baik.

“Dari ceritanya, konsumen tersebut sudah lunas dan ditawari lagi karena record pembayarannya bagus selama ini,” ujarnya.

Menurut Slamet, penawaran tersebut merupakan bentuk layanan kepada konsumen kategori baik agar dapat mengajukan pembiayaan kembali atau repeat order (RO). Namun demikian, ia mengakui bahwa pendekatan tersebut bisa saja dirasakan mengganggu oleh sebagian konsumen.
“Tapi jika dirasa mengganggu konsumen, maka yang bisa kita lakukan adalah secara sistem, jika memang sudah lunas akan kita hapus nomornya supaya tidak sampai ada telepon lagi,” jelasnya.

Sementara itu, untuk konsumen yang masih memiliki pembiayaan aktif, pihaknya tetap mempertahankan komunikasi melalui nomor yang terdaftar. Hal itu dinilai penting untuk kebutuhan informasi, mulai dari pertanyaan seputar angsuran hingga pengingat jatuh tempo pembayaran.

“Jika masih aktif kita biarkan, karena memang diperlukan untuk komunikasi dengan konsumen, misalnya terkait angsuran atau mengingatkan jatuh tempo pembayaran jika konsumen lupa,” tambahnya.//////

iklan warung gazebo