Mas Rio berharap insentif ini dapat meningkatkan kepatuhan pembayaran PBB secara signifikan, sehingga target PAD tetap tercapai meskipun tarif tidak dinaikkan.
Langkah strategis ini sejalan dengan berbagai program prioritas Pemkab Situbondo lainnya, seperti Vorsa UMKM dengan subsidi bunga 0%, perbaikan 364 SD dan SMP, percepatan infrastruktur, dan digitalisasi sistem retribusi daerah.
Kebijakan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Wakil Ketua DPRD Situbondo, Abdur Rahman, menilai langkah ini sejalan dengan visi “Situbondo Naik Kelas”. “Ini langkah yang cerdas. PAD tetap digenjot, tapi masyarakat justru diberi keringanan,” katanya.
Senada, pengamat kebijakan publik dari Universitas Abdurrahman Saleh, Dini Noor Aini, mengapresiasi pendekatan ini. “Kebijakan pro-rakyat seperti ini patut dipertahankan, apalagi saat daerah lain justru menaikkan tarif,” ujar Dini.
Dengan dukungan penuh dari DPRD dan partisipasi masyarakat, Mas Rio optimistis Situbondo dapat mencapai target PAD sambil tetap menjaga daya beli warga. “Kawal bersama, rasakan manfaatnya. Ini Situbondo kita, waktunya naik kelas,” tutup Mas Rio.











