Banyuwangi, seblang.com – Rute penerbangan perintis Banyuwangi – Sumenep Jawa Timur resmi dibuka ditandai dengan mendaratnya pesawat jenis Grand Caravan milik maskapai Susi Air yang take off dari Unit Penyelengara Bandar Udara (UPBU) Trunojoyo Sumenep dan mendarat di bandar udara (Bandara) Banyuwangi pada Selasa (11/01/2022).
Pesawat Susi Air yang membawa Hj Dewi Khalifah, Wakil Bupati Sumenep bersama Ketua DPRD dan Forpimda Kabupaten Sumenep mundur sekitar dua jam dari rencana kedatangan awal sekitar pukul 12.45.
Menurut H Sugirah, Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi terwujudnya penerbangan perintis Banyuwangi – Sumenep dan sebaliknya yang difasilitasi oleh otoritas bandar udara wilayah III Surabaya dan UPBU Trunojoyo Sumenep pada acara rakornis Kementerian Perhubungan RI yang pada akhirnya dapat disetujui dan terealisasi pada awal tahun 2022.
Penerbangan perintis ini menggunakan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Trunojoyo Sumenep yang bekerjasama dengan Susi air sebagai operator penerbangan perintis yang salah satunya melayani rute Sumenep – Banyuwangi. Dengan menggunakan pesawat jenis C 208 B Grand Caravan dengan 14 kursi dua kursi pilot- co pilot dan 12 kursi penumpang dan waktu tempuh kurang lebih 45 menit
“Semoga penerbangan perintis rute Banyuwangi – Sumenep ini dapat mempermudah transportasi menuju Madura, meningkatkan perekonomian dan bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi dan Sumenep serta dapat survive dan banyak penumpangnya sehingga frekuensi penerbangan dapat ditambah dari dua kali seminggu menjadi setiap hari penerbangan,” ujar H Sugirah
Sementara Hj Dewi Khalifah, Wakil Bupati Sumenep mengungkapkan pihaknya mengungkapkan rasa syukur atas karunia Allah SWT terkait cita-cita yang diimpikan untuk menyambungkan antara Sumenep Banyuwangi menjadi dekat ini dikabulkan dan berharap menjadi berkah untuk Banyuwangi dan Kabupaten Sumenep.
Menurut Hj Dewi, masyarakat Sumenep juga banyak yang berdomisili di Banyuwangi dan melakukan hubungan bisnis dengan Banyuwangi dan menjadi salahsatu jembatan penyambung ketika mereka akan ke pulau Bali.









