Tradisi ini dilakukan secara turun temurun kepada anak cucunya dan berlangsung hingga saat ini. Keberadaan Tradisi Barong Ider Bumi sangat unik dan menarik. Tradisi ini mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi melalui Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman mengucapkan syukur semua dapat berkumpul disini menghadiri ritual Barong Ider Bumi yang termasuk salah satu event Banyuwangi Festival 2024.
“Terimakasih kepada masyarakat yang sudah bergotongroyong mensukseskan event ini. Acara ini sudah terselenggara setiap tahun dan selalu menjadi daya tarik wisatawan luar daerah,” kata Taufik.
Saat gamelan dimainkan oleh para pengiring Barong pertanda Barong siap diarak keliling desa dan diikuti masyarakat Desa Kemiren dengan mengenakan pakaian adat sambil diiringi alat musik tradisional yang rancak khas Barong Desa Kemiren.
Arak-arakan dimulai dari Desa Kemiren timur menuju Kemiren Barat dengan jarak tempuhnya sekitar 2 km. Sepanjang jalan, tokoh adat akan melakukan tradisi sembur uthik-uthik yaitu menebarkan uang logam sekitar Rp. 999 koin yang dicampur beras kuning dan beraneka macam bunga di dalam bokor yang menjadi simbol penolak bala.
Rangkaian ritual sakral warga desa Kemiren tersebut diakhiri dengan selamatan kampung. Prosesi ini memakai tumpeng pecel pitik yang merupakan salahsatu kuliner tradisional khas Banyuwangi.
Kuliner pecel pitik ini berbahan utama ayam kampung muda. Setelah disembelih, ayam kampung dibersihkan dan dipanggang secara utuh di perapian menggunakan kayu bakar. Dengan bumbu terdiri dari, cabai rawit, terasi, daun jeruk, dan gula. Setelah diracik dan dihaluskan, bumbu dicampur dengan parutan kelapa muda. Penyajiannya cukup menarik karena ayam yang telah dipanggang lantas disuwir menggunakan tangan dan dicampur dengan parutan kelapa muda dan bumbu pecel.











