Liku – liku dan hambatan tidak menjadikan surut buat Fahmi menuju panggung utama BEC 2024 , dukungan dari keluarga, teman-temannya. Dan sekolah menjadikan Fahmi berhasil melampaui semua rintangan yang ada.
“Saya ucapkan banyak – banyak terimakasih terutama kepada kedua orang tua saya yang tidak lelah memberikan support hingga bisa tampil di BEC 2024. Tanpa doa dari kedua orang tua saya ,saya bukan siapa – siapa,” ungkapnya.
Sementara itu Gatot Kurnianta sebagai ayah dari Fahmi mengaku sangat bangga dan terharu atas perjuangan Fahmi selama ini untuk mengikuti kontes busana kebanggan masyarakat Banyuwangi.
Menurutnya, partisipasi Fahmi dalam acara ini tidak hanya sekedar kebanggaan pribadi. Akan tetapi, secara tidak langsung kostum yang dikenakan para peserta mendeskripsikan potensi-potensi di Bumi Blambangan, mulai dari kuliner, budaya, tradisi hingga destinasi wisata unggulan di ujung timur Pulau Jawa untuk kemajuan Banyuwangi.
“Rasa syukur saya panjatkan kepada sang pencipta. Alhamdulillah, setelah beberapa kali mengikuti seleksi yang sempat tertunda dan akhirnya putra saya Fahmi bisa tampil di BEC 2024,” tutur Gatot.
Keberhasilan Fahmi melampaui rintangan – rintangan yang dilaluinya, ia menjadi contoh nyata bahwa kesabaran dan ketekunan adalah kunci utama dalam mencapai impian.
Sebagai informasi, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) tahun ini mengangkat tema ‘Ndaru Deso, Revival of Village’. Dimana tema yang dibawa oleh masing-masing peserta harus mengangkat potensi yang ada di wilayahnya.
Menariknya, rangkaian BEC kali ini digeber selama 4 hari mulai tanggal 10 hingga 14 Juli 2024 mendatang. Adapun rangkaian kegiatannya yakni, Creative Expo yang menampilkan berbagai produk kreatif UMKM lokal, Srawung Seni, Grand Carnival BEC dan acara puncaknya yakni Awarding BEC di Gesibu Blambangan.//////












