Ribuan Umat Hindu Banyuwangi Gelar Pawai Budaya Sambut Nyepi 1947

by -202 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono

Patung-patung berukuran besar yang merupakan representasi Bhuta Kala tersebut diarak oleh pemuda Hindu (yowana) dari berbagai Sekaa Teruna Teruni (STT) yang tersebar di Banyuwangi. Iringan gamelan Bali yang bertalu-talu menambah semarak suasana pawai.

Wabup Mujiono menambahkan Pemkab Banyuwangi terus mendukung kegiatan keagamaan dan kebudayaan seluruh masyarakat sebagai bagian dari upaya merawat kebhinekaan dan memperkuat persatuan.

“Meskipun bersamaan dengan bulan puasa, pawai ini tetap berjalan. Ini menunjukkan bahwa toleransi antar umat di Banyuwangi berjalan dengan baik, saling menghormati sesama,” tambahnya.

Pawai ogoh-ogoh merupakan bagian dari upacara Tawur Kesanga. Setelah pawai usai, umat Hindu akan melanjutkan persiapan menyambut Hari Suci Nyepi pada Senin, 29 Maret 2025, dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian, yakni Amati Geni (tidak menyalakan api/cahaya), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang). (*)

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo