Menurut Sabar, pada tahun ini panitia sengaja mengundang sanggar dan komunitas tari dari luar daerah karena Tari Gandrung kini telah berkembang dan banyak ditarikan di berbagai wilayah.
“Peserta dari luar kota cukup banyak, padahal undangan hanya kami sampaikan melalui surat. Ini menunjukkan Tari Gandrung sudah dikenal luas,” katanya.
Dalam kompetisi tersebut, peserta menampilkan delapan variasi Tari Gandrung, antara lain Gandrung Seblang Lukinto, Gandrung Gurit Mangir, Gandrung Jaran Dawuk, Gandrung Variasi, Gandrung Sri Dewi, Gandrung Kembang Menur, dan Gandrung Marsan.
Salah satu pelatih tari asal Lumajang, Nasseh, menurunkan dua grup untuk mengikuti kompetisi. Ia menyebut Tari Gandrung sudah cukup akrab di komunitasnya sehingga proses persiapan tidak menemui banyak kendala.
“Kami mulai latihan sejak November. Teman-teman sudah mengenal Gandrung, jadi relatif tidak kesulitan,” ujarnya.
Sementara itu, Ikrom, pelajar kelas IX SMPN 1 Tempeh, Lumajang, mengaku senang bisa mengikuti lomba Tari Gandrung di Banyuwangi. Dengan latar belakang penari berbagai genre, ia merasa mampu beradaptasi dengan gerak Tari Gandrung.
“Gerakannya susah-susah gampang, tapi bersyukur bisa tampil dan masuk final,” ujar Ikrom, yang membawakan Tari Gandrung Marsan, tarian Gandrung yang khusus dibawakan penari laki-laki.











