“Di Jawa Timur tercatat sekitar 500 ribuh lebih kawasan hutan yang dimanfaatkan 347 kelompok masyarakat untuk mencari penghasilan keluarga, sesuai dengan SK Kementerian KLH,” kata Slamet Ketua P2SI Jawa Timur di sela-sela acara.
Slamet yang juga Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Alas Desa Penanggungan Trawas ini, menjelaskan, masyarakat memanfaatkan lahan hutan untuk bercocok tanan dan membuka tempat pariwisata.
“Dimanfaatkan untuk menanam hijauan pakanternak, menanam toga atau empon empon, sebagian dikelola menjadi tempat wisata,” jelasnya.
Slamet tak menampik kendala di lapangan selama ini adalah konflik wilayah, termasuk dengan Perhutadi dan Lembaga Desa. Untuk meminimalisir itu pihaknya terus melakukan komunikasi dengan para pemangku kepentingan di masing masing wilayah.
“Konflik jelas ada, makanya kami terus melakukan komunikasi pada semua pihak termasuk pemerintahan desa supaya program ini mendapat dukungan dari semua pihak,” pungkas Slamet.////









