Selanjutnya, Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Drs. Imam Budi Utomo secara virtual menyampaikan dengan menggelar kegiatan ini diharapkan lebih banyak para penulis berbahasa daerah sehingga bahasa daerah tidak sampai mengalami kepunahan.
“Ke depan akan ada program pelatihan bagi 60 guru SD dan SMP yang selanjutnya akan menjadi fasilitator Basa Oesing dan wajib mendiseminasikan kepada kelompok atau guru lain dalam tahap selanjutnya,” ujar Imam.
Bupati Banyuwangi, yang diwakili Dwi Yanto mengungkapkan pemerintah daerah bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi telah menerbitkan Al-Quran dengan terjemahan Basa Oesing.
“Para maestro yang hadir saat ini adalah para ahli dibidangnya yang akan mengajarkan Basa Oesing di sekolah,” jelas Dwi.
Adapun modul nantinya akan dipersiapkan oleh 7 (Tujuh) maestro sastra Oesing terpilih yaitu; Abdullah Fauzi, Wiwin, Budi,Nanik Asiyani, Selamet dan Kentus.
Badan pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek) RI akan melaksanakan program revitalisasi Basa Oesing dilakukan secara berkelanjutan dan dimonitoring serta evaluasi secara berkala.////










