Revitalisasi Basa Oesing Banyuwangi Sebagai Upaya Nguri-uri Jatidiri Bangsa yang Hampir Terlupakan

by -1461 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono


Selanjutnya, Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Drs. Imam Budi Utomo secara virtual menyampaikan  dengan menggelar kegiatan ini diharapkan lebih banyak para penulis berbahasa daerah sehingga bahasa daerah tidak sampai mengalami kepunahan.

“Ke depan akan ada program pelatihan bagi 60 guru SD dan SMP yang  selanjutnya akan menjadi fasilitator Basa Oesing  dan wajib mendiseminasikan kepada kelompok atau guru lain dalam tahap selanjutnya,” ujar Imam.


Bupati Banyuwangi, yang diwakili Dwi Yanto  mengungkapkan pemerintah daerah bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi telah menerbitkan Al-Quran dengan terjemahan Basa Oesing.

“Para maestro yang hadir saat ini adalah para ahli dibidangnya yang akan mengajarkan Basa Oesing di sekolah,” jelas Dwi.

Adapun modul nantinya akan dipersiapkan oleh 7 (Tujuh) maestro sastra Oesing terpilih yaitu;  Abdullah Fauzi, Wiwin, Budi,Nanik Asiyani, Selamet  dan Kentus.

Badan pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek) RI  akan melaksanakan program revitalisasi  Basa Oesing dilakukan secara berkelanjutan dan dimonitoring serta evaluasi secara berkala.////

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *