
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan bahwa Vorsa UMKM bukan program hibah, melainkan pinjaman modal yang harus dipertanggungjawabkan.
“Kami tegaskan kepada pelaku usaha bahwa ini bukan bantuan hibah, melainkan pinjaman tanpa bunga. Ini merupakan janji kami sejak masa kampanye untuk membantu UMKM mengakses modal secara ringan,” ujar Bupati Rio usai acara.
Bupati menambahkan, batas maksimal pinjaman ditetapkan hingga Rp20 juta per pelaku usaha, dengan fokus utama pada usaha mikro seperti pedagang bakso, tahu, warung, dan jenis usaha kecil lainnya.
Pada tahap awal, Bank BTN menjadi mitra pertama yang menyalurkan program ini, sementara bank lain akan bergabung pada saat grand launching berikutnya.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo, Edy Wiyono, menyampaikan bahwa program ini menargetkan 2.400 pelaku UMKM.
Hingga saat ini, sudah terdapat 1.500 pendaftar yang mengajukan melalui platform digital resmi di laman vorsaumkm.situbondokab.go.id.
“Kami pastikan program ini berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. Semua proses dilakukan transparan dan berbasis digital,” ujar Edy.
Sementara itu, Kepala Bank BTN Cabang Banyuwangi, Ginanjar Fahmi Pratama, mengapresiasi langkah Pemkab Situbondo dalam membantu pelaku UMKM agar dapat “naik kelas”.“Tidak ada batasan jumlah UMKM yang bisa mengajukan pinjaman, asalkan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Adapun syarat pengajuan Vorsa UMKM mirip dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR), meliputi kelengkapan dokumen seperti KTP, NPWP, NIB, bukti lokasi usaha, serta lolos BI Checking.
Ginanjar menegaskan pentingnya kedisiplinan pembayaran agar subsidi bunga tetap ditanggung Pemkab.
“Pelaku usaha wajib membayar angsuran tepat waktu. Jika terlambat satu bulan, maka bunga bulan tersebut tidak akan ditanggung pemerintah,” jelasnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya disiplin finansial di kalangan pelaku usaha sekaligus memastikan keberlanjutan program Vorsa UMKM agar mampu menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Situbondo.////////










