Resik Lawon Tradisi Masyarakat Cungking Banyuwangi Sambut Ramadan

by -1607 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono

Banyuwangi, seblang.com – Menjelang memasuki Bulan Ramadan, Suku Osing yang tinggal di Lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopangung, Kecamatan Giri, Banyuwangi, memiliki tradisi “Resik Lawon” petilasan Buyut Cungking.

Resik dalam bahasa Jawa memiliki arti bersih-bersih, sementara Lawon adalah sejenis kain mori atau kain kafan. Sedangkan Buyut Cungking merupakan leluhur Masyarakat Cungking yang diperkirakan hidup pada tahun 1536 hingga 1580. Konon katanya, beliau adalah seseorang yang sakti mandraguna.

Juru Kunci Makam Buyut Cungking, Jam’i (65) mengatakan, tradisi “Resik Lawon” menjadi ritual Masyarakat Cungking jelang memasuki bulan Ramadan.

Tradisi ini sudah turun temurun dilakukan selama ratusan tahun untuk menghormati Ki Wongso Karyo yang merupakan leluhur masyarakat Cungking yang kemudian dikenal dengan nama Buyut Cungking.

“Jadi setiap tahunnya kita laksanakan seperti hari ini saat menjelang bulan puasa,” kata Jam’i yang merupakan juru kunci generasi kesembilan itu, Minggu (5/3/2022).

“Kecuali ada halangan seperti pandemi Covid-19, kita tidak melakukannya (Tahun 2021). Tetapi saat itu, saya berpamitan dulu di makam Ki Buyut Cungking,” imbuhnya.

Jam’i menjelaskan, ritual ini diawali dengan Masyarakat Cungking gotong royong membersihkan makam Ki Buyut Cungking. Kemudian mereka membuka kain kafan penutup makam dan membawanya ke Dam Krambatan Banyu Gulung yang berada di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah untuk dicuci.

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *