Dalam forum tersebut, Guntur juga menyinggung keberadaan Koperasi Merah Putih yang merupakan bagian dari program nasional. Ia mendorong agar koperasi benar-benar hadir sebagai wadah ekonomi warga, bukan sekadar formalitas lembaga.
“Koperasi ini bisa jadi tempat tumbuhnya ekonomi kerakyatan. Tapi ya harus dikelola dengan baik, transparan, supaya masyarakat juga merasa percaya dan mau terlibat,” katanya.
Para kepala desa yang hadir menyambut baik forum tersebut. Beberapa di antaranya menyampaikan kendala di lapangan, termasuk masalah administrasi, pendampingan usaha, hingga keterbatasan sumber daya manusia untuk menjalankan BUMDes dan koperasi secara optimal. Mereka berharap ada dukungan nyata dari pemerintah provinsi maupun pusat untuk penguatan kapasitas kelembagaan di tingkat desa.
Guntur menegaskan dirinya siap membawa berbagai aspirasi itu ke tingkat provinsi, terutama yang berkaitan dengan regulasi dan dukungan anggaran. Ia menyebut, kegiatan reses bukan sekadar mendengarkan, tapi menjadi langkah awal dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak pada desa.
“Kami hadir di sini supaya tahu langsung apa yang dibutuhkan di lapangan. Harapannya, setiap kebijakan yang dibuat bisa betul-betul sesuai dengan kondisi di desa,” ujarnya. (dip)










