Rembug Pemuda Banyuwangi Hasilkan Sejumlah Aksi Kolaboratif Bangun Daerah

by -729 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono

Gagasan lain diusulkan oleh Imam Mutaji yang mengambil konsern pada isu sosial. Dalam isu ini, difokuskan untuk menangani gejala intoleransi dan praktik bulliying di tengah anak muda. “Kami ingin membentuk duta intoleransi dan bulliying. Tapi, bukan sekadar duta yang ada di panggung. Duta ini nantinya berasal dari lingkungan masing-masing yang bisa menjadi pendamping,” terangnya.

Bupati Ipuk dengan seksama menyimak dari satu isu ke isu yang lain. Memberikan tanggapan, pertanyaan hingga perbandingan. Sesekali juga memanggil sejumlah kepala dinas terkait untuk mengelaborasi lebih jauh. “Nanti bisa langsung ditindaklanjuti ke SKPD terkait atau bisa melalui Bappeda langsung,” perintahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi  Suyanto Waspotondo Wicaksono mengungkapkan kegiatan ini sebagai fasilitasi untuk menjaring aspirasi dari berbagai unsur masyarakat. “Kali ini, kita melibatkan anak-anak muda. Mereka mendaftar secara terbuka dengan membawa satu gagasan berdasarkan isu yang dipilih,” ungkapnya.

Dari para pendaftar tersebut, kemudian diseleksi menjadi 50 peserta. Dengan rincian sepuluh peserta per isu.

“Para peserta dipandu oleh fasilitator, untuk mendalami isu, mematangkan gagasan dan membuat konsep program yang terukur berkaitan isu yang dipilih,” lanjutnya.

Para fasilitator antara lain Founder Kampung Batara Widie Nurmahmudie, Ketua Banyuwangi Youth Creative Network Vicky Hendri Kurniawan, Pengurus PP IPPNU 2017-2020 Bara Putri RH, Aktivis EcoRanger Indonesia Nurul Agustin dan Ketua Asosiasi BPD Banyuwangi Rudi Hartono Latief. (*)

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *