“Di jaman pak Sujud (mantan Bupati Malang) program pemberian uang tunai sudah dilakukan, itu nanti yang akan kita lakukan, dulu ada namanya Bantuan Keuangan Desa (BKD) dan pemberdayaan desa, kalau kita lakukan model seperti itu Insyaallah dalam 3 tahun desa desa akan maju bisa mengembangkan potensi yang ada di wilayahnya,” tandasnya.
Disinggung perihal adanya laporan yang masuk ke Bawaslu tentang dugaan pelanggaran Paslon tertentu di Kampanye ini.
“kalau kita lihat sekarang Paslon 1 yang banyak melakukan pelanggaran, di sekolahan masih terpampang gambar Paslon 1, di kecamatan, di pasar dan di instansi pemerintah masih terpampang gambarnya, itu kan seharusnya tidak boleh, kalau saya pribadi santai santai saja melihat itu, semakin banyak melakukan pelanggaran nantinya rakyat bisa menilai,” terang Abah Gun.
Gunawan kembali menegaskan bahwa rumor yang mengatakan dirinya calon boneka, karena kedekatan dirinya dengan calon Bupati Malang Sanusi sehingga rumor isue calon boneka terus bermunculan.
“Saya tidak tahu munculnya isue calon boneka, banyak pertanyaan muncul juga ke saya perihal tersebut, bahwa saya ini karena dekat dengan calon sebelah (Cabup Sanusi) sehingga saya dikatakan calon boneka, jadi kalau saya calon boneka ya coblos calon bonekanya, biar kapok yang bikin isue gitu, tapi yang jelas isue itu sangat tidak benar,” terangnya.
Dirinya berjanji apabila diberikan kesempatan oleh masyarakat kabupaten Malang memimpin akan menjadikan Pendopo kabupaten Malang menjadi Pendopo tempat aspirasi rakyat.
“Jadi apabila kami diberikan kesempatan memimpin, kami akan menjadikan Pendopo menjadi kantor aspirasi rakyat dimana nantinya masyarakat kabupaten Malang bisa menyampaikan aspirasinya mengenai apapun di Pendopo,” pungkas Gunawan Wibisono HS.











