“Kami turut berduka atas musibah yang dialami saudara-saudara kita. Semoga Ikawangi di Aceh dan Sumatera selalu dilindungi Allah dan segera pulih,” tutur Ipuk.
Pemkab Banyuwangi, lanjut Ipuk, telah menggalang donasi kemanusiaan melalui program Banyuwangi Berbagi. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui Ikawangi Pusat kepada warga Banyuwangi yang terdampak bencana di Sumatera.
“Semoga bermanfaat dan barokah. Salam untuk keluarga besar Ikawangi di Aceh dan Sumatera dari kami semua,” ucapnya.
Malam refleksi akhir tahun ini dihadiri sejumlah tokoh agama, di antaranya KH Zainullah Marwan, KH Toha Muntaha, KH Hasan Toha, KH Ahmad Wahyudi, KH Riza Azizy, Ketua MUI Banyuwangi KH Muhaimin Asmuni, serta para ulama lainnya. Mereka memimpin istigasah dan doa secara bergantian, mengajak jamaah “mengetuk pintu langit” agar Banyuwangi senantiasa diberi perlindungan dan keberkahan.
Lantunan sholawat dari Majelis Sholawat Mahabbatun Nabi mengiringi rangkaian doa, sebelum acara ditutup dengan penampilan musik Sabrang MDP dan Letto.











