Untuk itu, dia meminta agar aparat kepolisian Polresta Banyuwangi bisa bersikap cepat tepat dan tegas. Mampu memberikan solusi, dalam upaya mencegah dan menanggulangiterjadinya bentrok lanjutan serta demi percepatan pemulihan kondusifitas warga. “Dengan tetap mengedepankan humanisme, polisi harus melakukan penegakan supremasi hukum,” ujarnya.
Ketua DPD Partai NasDem Banyuwangi mendapatkan informasi, sebelum terjadi bentrokan sempat beredar video provokatif yang isinya menyinggung pendekar PSHT. Disamping itu juga beredar video yang mengolok-olok salahsatu tokoh perguruan silat Pagar Nusa.
Dari indikasi tersebut, Supri berharap kepolisian Banyuwangi bukan hanya melakukan penegakan hukum terhadap pihak yang bersalah dalam kasus bentrok antara perguruan silat. Namun juga mengusut tuntas dalang pembuat video yang disinyalir menjadi salahsatu pemicu bentrokan yang berujung jatuhnya korban dan kerusakan padepokan PN dan rumah beberapa warga.
“Kasihan masyarakat di Desa Sukorejo, dengan adanya kejadian tersebut mereka dihinggapi rasa ketakutan. Pemerintah, khususnya aparat kepolisian dengan bantuan TNI diharapkan mampu memulihkan kondisi dan memberi rasa aman kepada warga,” ungkap Supri.
Selanjutnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, juga diharapkan wajib hadir dan mendukung kepolisian dalam mengembalikan kondusifitas wilayah. Bahkan bisa turun langsung ke lapangan untuk membuka komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat dalam upaya meredam gejolak pasca terjadinya bentrok antar perguruan silat tersebut, pungkas H. Supriyadi.//











