Jombang, seblang.com – Sebanyak 119 orang oknum pesilat dari dua perguruan silat diamankan aparat Kepolisian Resor Jombang karena terlibat dalam dugaan perkara pengeroyokan dan perusakan.
Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi melalui Kasat Reskrim AKP Aldo Febrianto, Kamis (25/5).
Para pesilat yang berhasil diamankan saat ini masih dalam pemeriksaan untuk menentukan siapa yang paling bertanggung jawab dalam kejadian tindak pidana tersebut.
Pada saat para pesilat diamankan, Polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa 3 unit alat pukul Ruyung, 1 bilah pedang, 45 unit kendaraan sepeda motor dan Atribut perguruan silat.
“Alhamdulillah Polres Jombang dan Polsek jajaran bergerak cepat hingga berhasil mengamankan total 119 oknum pesilat dengan rincian anak-anak 84 orang dan dewasa 35 orang ,” kata AKP Aldo.
Peristiwa berawal, ratusan pendekar dari dua perguruan silat melakukan konvoi dari wilayah Sidoarjo menuju ke Mojokerto .
Usai mendatangi Polsek Jetis Polres Mojokerto Kota kemudian bergeser ke wilayah Kabupaten Jombang.
Pada saat sampai di wilayah Kecamatan Kudu, rombongan konvoi itu berulah melakukan penganiayaan terhadap masyarakat dan anggota Polisi yang sedang melaksanakan pengamanan dan penyekatan di wilayah Kecamatan Kudu.
Akibat kerusuhan tersebut dilaporkan kendaraan milik warga dan mobil dinas milik Polisi rusak parah.
Atas kejadian tersebut , 2 anggota Polri yang sedang bertugas menjadi korban, yang pertama mengalami luka pada bagian kaki akibat ditabrak oknum pesilat yang menerobos petugas saat menghadang rombongan.
Sedangkan, korban yang kedua dikeroyok oknum pesilat saat melakukan penyekatan, walaupun dirinya sudah mengatakan dirinya anggotaPolri , namun tetap dikeroyok.
Kini kedua anggota polisi itu menjalani perawatan intensif di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Jombang.
“Keduanya mengalami luka parah. Satu polisi merupakan anggota Polsek Kudu, satu lagi anggota Resmob Polres Jombang,” ujar AKP Aldo Febrianto.
Selain melakukan pengeroyokan, mereka juga merusak sepeda motor milik masyarakat yang sedang lewat.
Aldo juga mengatakan bahwa mobil dinas Polisi yang dirusak oleh pesilat tersebut kaca bagian depan hancur akibat dilempar batu.
Satu lagi kendaraan yang dirusak oleh pesilat adalah sepeda motor Yamaha Aerox.
Sepeda motor ini tinggal kerangka akibat dilalap si jago merah.
Sepeda motor tersebut milik warga sipil saat melintas dan berpapasan dengan rombongan pesilat.









