Rapid Test Daging di Pasar Blambangan, Dispertan Banyuwangi Pastikan Aman Jelang Lebaran

by -2 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono


Banyuwangi, seblang.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi melakukan inspeksi langsung ke pasar menjelang Lebaran. Salah satunya di Pasar Blambangan, Rabu (11/3/2026). Petugas melakukan pemeriksaan kualitas daging yang beredar di lapak pedagang.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode rapid test untuk memastikan daging yang dijual memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Kepala Dispertan Banyuwangi, Danang Hartanto, memastikan hasil pengecekan menunjukkan daging yang beredar di pasar masih aman dikonsumsi.

“Tidak ditemukan daging oplosan, daging gelonggongan maupun yang mengandung bahan kimia berbahaya. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir membeli daging di pasar,” kata Danang.

Pemeriksaan dilakukan di tengah meningkatnya permintaan daging sapi menjelang Lebaran. Konsumsi masyarakat tercatat naik hingga sekitar 80 persen dibandingkan hari biasa.

Jika dalam kondisi normal produksi daging di Banyuwangi berkisar 3 hingga 3,5 ton per hari, saat ini jumlahnya meningkat hampir dua kali lipat.

Aktivitas pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) juga melonjak. Hingga pukul 01.00 WIB, tercatat 41 ekor sapi telah dipotong dan jumlahnya masih terus bertambah.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiharto, mengatakan peningkatan konsumsi daging biasanya terjadi setiap menjelang Lebaran.

“Biasanya mendekati Lebaran konsumsi bisa naik hampir 100 persen. Banyak yang dipakai untuk bahan baku pentol bakso,” ujarnya.

Meski permintaan meningkat, Nanang memastikan stok sapi di Banyuwangi masih mencukupi. Populasi sapi di daerah ini diperkirakan mencapai sekitar 100 ribu ekor.

Di sisi lain, pedagang juga merasakan lonjakan pembeli. Badrus, pedagang daging sapi di Pasar Blambangan, mengatakan penjualan meningkat dibanding hari biasa.

“Biasanya saya menjual dari dua ekor sapi sehari. Sekarang bisa sampai tiga ekor dan selalu habis,” ujarnya.

Harga daging sapi pun ikut mengalami kenaikan. Saat ini pedagang menjual daging sapi di kisaran Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram, dari harga normal sekitar Rp125 ribu per kilogram.

Selain daging sapi, petugas Dispertan juga memeriksa daging ayam yang beredar di pasar. Hasilnya, daging ayam yang dijual pedagang juga dinyatakan aman dan layak dikonsumsi masyarakat. (*)

iklan warung gazebo