Selain itu, sejumlah lokasi seperti RTK Tanjungwangi, Terminal Sri Tanjung, SPBU Sri Tanjung, dan kawasan Grand Watu Dodol juga difungsikan sebagai area penyangga tambahan. “Upaya ini untuk mencegah kendaraan menumpuk di akses masuk pelabuhan,” ujar Rofiq.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, SAR, serta relawan juga disiagakan untuk mendukung pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama periode arus balik.
Dari sisi operator penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry menerapkan kebijakan pembelian tiket secara daring melalui aplikasi Ferizy. Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano mengatakan tidak ada lagi penjualan tiket di area pelabuhan.
“Pengguna jasa wajib membeli tiket secara online, yang sudah tersedia hingga H-60,” kata Yossianis.











