Selanjutnya Enot mengungkapkan angka partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum legislatif, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan pemilihan Presiden-wakil presiden RI di Kabupaten Banyuwangi tercatat 76 persen.
“Dalam pilkada serentak besok kami berharap masyarakat bisa menggunakan hak suara sesuai dengan hati nurani sekaligus mulai perubahan kontribusi bagi bangsa dan negara untuk 5 tahun kedepan,” tambah Enot.
Sementara salah seorang penyandang difabel Banyuwangi Nurhadi Windoyo mengajak para penyandang disabilitas untuk tidak golput.”Kenali pasangan calon yang akan dipilih. Pilah pilih calon secara rasional dan tidak terjebak dalam praktek money politik,” ujarnya.
Sementara peserta yang sosialisasi yang lain Untung Baidowi (warga Bakungan Kecamatan Glagah Banyuwangi, mengungkapkan dirinya aktif mengikuti sosialisasi sejak 2013 berharap ada penyandang difabel Banyuwangi yang direkrut menjadi penyelenggara pilkada serentak misalnya sebagai pengawas TPS.
Menurut dia TPS yang ada di desa-desa / kelurahan kurang ramah bagi penyandang disabilitas yang akan menggunakan hak pilih mereka. “Kami berharap ada penyandang difabel Banyuwangi yang dilibatkan menjadi penyelenggara misalnya dengan menjadi pengawas di TPS,” ujar Untung.











