Malang, seblang.com – Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang angkat bicara terkait jalan longsor di Dusun Krajan, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, yang disebut terjadi sejak 2022 dan belum tertangani permanen.
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menegaskan pihaknya akan segera melakukan pengecekan dan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi riil di lokasi. “Loh masak mas ada yang dari tahun 2022? Soalnya semua yang kena bencana sudah tuntas tahun 2025,” ujar Khairul saat dikonfirmasi, Jumat (27/02/2026).
Pernyataan tersebut merespons desakan Pemerintah Desa Klampok yang menyebut longsor sepanjang kurang lebih 21 meter dengan kedalaman sekitar 30 meter itu belum mendapat penanganan permanen. Jalan yang menjadi akses utama warga untuk bekerja, sekolah, dan aktivitas ekonomi itu kini menyempit akibat sebagian badan jalan ambles.
Khairul menambahkan, pihaknya tidak akan berspekulasi sebelum ada laporan teknis terbaru dari lapangan. Ia memastikan tim teknis akan diturunkan untuk melakukan pengecekan menyeluruh, termasuk mengidentifikasi tingkat kerusakan dan kebutuhan konstruksi penanganan.
“Biar dicek teman-teman dulu mas,” katanya singkat.
Menurut informasi yang berkembang, kondisi tanah di lokasi dinilai labil dan rawan jika dilintasi kendaraan bertonase berat. Kendaraan roda empat bahkan harus bergantian saat melintas karena lebar jalan berkurang drastis sejak longsor terjadi.
PU Bina Marga Kabupaten Malang menegaskan akan melakukan sinkronisasi data dengan pemerintah desa guna memastikan tidak terjadi perbedaan informasi terkait status penanganan bencana infrastruktur tersebut. Hasil verifikasi lapangan nantinya akan menjadi dasar langkah teknis lanjutan, termasuk kemungkinan penganggaran dan metode konstruksi yang dibutuhkan.
Sementara itu, Kepala Desa Klampok, Jefri, menegaskan bahwa pihak pemerintah desa tidak tinggal diam. Sejak longsor terjadi tahun 2022 silam, laporan dan proposal perbaikan telah berulang kali diajukan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) hingga komunikasi langsung dengan pemerintah kabupaten.
Hingga saat ini, akses jalan di Dusun Krajan masih dapat dilalui secara terbatas dengan tingkat kehati-hatian tinggi. Pemerintah daerah diminta segera memastikan kepastian penanganan agar tidak terjadi longsor susulan yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.












