“Kami berharap jembatan darurat yang ada segera dibangun dulu, karena sangat penting sebagai alat transportasi warga sekitar menuju pasar Pakisaji,” kata Iwan.
Sementara itu, Bidang Peningkatan Jalan DPUBM, Anita yang dihubungi melalui sambungan telepon kepada awak media menjelaskan, bahwa jembatan Sutojayan masih tahap bekisting belum sampai tahan pengecoran.
“Jembatan tersebut memang dalam tahap pekerjaan, tetapi masih bekisting. Dan saat kejadian, arusnya memang deras sekali,” beber Anita.
Anita berjanji akan segera mengintruksikan pelaksana untuk segera memperbaiki jembatan yang hanyut diterjang banjir. “Kami akan segera perbaiki,” tandas Anita.
Berdasarkan papan informasi di lokasi, Pelaksana proyek jembatan Sutojayan adalah CV Raditya Jasa Pratama. Nilai kontrak sebesar Rp456.555.000,- tertanggal 8 Juli 2024 dengan masa pelaksanaan 160 hari kalender.












