Selain itu tentunya juga mengurangi biaya yang harus ditanggung oleh para orangtua/wali murid dan menambah penghasilan para sopir angkutan kota di wilayah Banyuwangi yang dalam beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penurunan.
Pada tahun 2020 lalu jumlah armada yang masuk dalam program angkutan gratis tercatat 35 armada. “Pada tahun 2022 karena ada refokusing anggaran maka jumlah armada yang melayani pelajar maupun masyarakat secara gratis tercatat 27 unit,” imbuh Agus Andry.
Selanjutnya dia menambahkan dalam memberikan layanan angkutan gratis para sopir akan dipantau petugas yang ada di Terminal Blambangan, Terminal Sasakperot dan Terminal Brawijaya.
Adapun dalam satu kali jalan masing-masing angkutan mengangkut minimal 5 penumpang dan maksimal sampai dengan 12 orang. Tentunya pelajar maupun warga yang ingin menggunakan fasilitas tersebut bisa menunggu di pos-pos yang telah ditentukan.
“Untuk memudahkan kontrol dan pengawasan dalam operasional angkutan gratis saat ini sudah menggunakan barkot yang langsung terkoneksi dengan petugas Dishub dan pencatatan manual bagi masyarakat yang dicek petugas di pos pantau yang ditetapkan,” pungkas Agus Andry.//









