Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo, menegaskan bahwa pembiayaan program ini berasal dari APBD Kabupaten Banyuwangi tahun 2024 dengan total anggaran mencapai Rp 4 Miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk 80 lokasi kegiatan yang tersebar di 11 koordinator sumber daya air wilayah Dinas PU Pengairan Banyuwangi.
“Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk membantu pemerintah daerah dalam mengurangi tingkat kemiskinan di Banyuwangi dengan memadukan pekerjaan padat karya,” jelas Guntur.
Guntur menambahkan bahwa pembiayaan padat karya tersebut langsung menyentuh masyarakat kurang mampu, memungkinkan warga untuk terlibat secara langsung dalam pemeliharaan jaringan irigasi. “Peserta padat karya sendiri berasal dari buruh tani yang belum terdata di P3KE, data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE),” pungkasnya.












