
Partisipasi Situbondo tidak hanya menghasilkan pengakuan, tetapi juga membuka peluang bisnis baru. Presiden Direktur PT Turkodom Investasi Konsorsium menyatakan ketertarikan pada kopi dan kerajinan kerang Situbondo, bahkan berencana memperkenalkannya ke pasar Jepang serta menjadwalkan kunjungan langsung ke Situbondo.
Selain investor, beberapa pemerintah daerah juga menunjukkan minat menjalin kerja sama. Kabupaten Sleman, Tapanuli Utara, dan Jombang, misalnya, ingin mempelajari pengelolaan UMKM Situbondo, khususnya dalam pengembangan kopi arabika. Ketua APKASI, Bursah Zarnubi, turut mengapresiasi inovasi kerajinan kerang Situbondo yang dinilainya unik dan bernilai jual tinggi.
Kepala Diskoperindag Situbondo, H. Edy Wiyono, mengungkapkan bahwa keikutsertaan di expo ini menjadi momentum strategis untuk memperluas pasar.
“Beberapa kepala daerah yang berkunjung ke stan kami tertarik bekerja sama dengan UMKM Situbondo,” ujar Edy, Senin (1/9/2025).
Produk lain yang juga mencuri perhatian pengunjung meliputi tembakau thambeng, mangga, rengginang, aneka abon (ikan cakalang, tuna, ayam), kerajinan kayu jati, hingga udang vanamei.
Edy menambahkan, ketertarikan berbagai pihak menjadi kebanggaan tersendiri bagi Situbondo, apalagi kabupaten ini dikenal sebagai satu-satunya Kabupaten UMKM. Keberhasilan di APKASI Otonomi Expo 2025 sekaligus menjadi bukti potensi besar Situbondo dalam memajukan ekonomi daerah melalui inovasi produk dan kekuatan pelaku UMKM.///////











