Menurutnya, dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengenal produk hasil karya Warga Binaan, diharapkan mampu menarik daya beli masyarakat dan menumbuhkan semangat bagi Warga Binaan untuk terus meningkatkan kreatifitas dan keterampilannya.
“Untuk memasarkan produk tersebut, kami telah menyediakan galeri yang berada tepat di depan Lapas,” ungkapnya.
“Beberapa produk juga kami tawarkan secara online melalui platform e-commerce,” imbuhnya.
Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa dari berbagai hasil karya Warga Binaan, produk batik menjadi produk unggulan yang telah banyak dipesan oleh konsumen dari berbagai instansi dan daerah.
Batik yang diberi nama Batik Jeruji dengan motif khas gajah oling jeruji itu bahkan digunakan oleh Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan IPIPAS) Jawa Timur untuk dijadikan seragam dalam pertemuan tertentu.
“Alhamdulillah kami telah menyelesaikan lebih dari 200 lembar kain batik pesanan PIPAS Jatim,” pungkasnya.///////










