“Saya mengapresiasi kepada seluruh stakeholder terkait baik dari sisi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, Desa, juga para kader serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan hingga pemantauan pengukuran dan intervensi serentak di seluruh daerah,” jelasnya.
Untuk mempercepat keberhasil penurunan stunting, Muhadjir meminta seluruh pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota melakukan pendampingan teknis sampai ke tingkat kecamatan dan desa untuk memastikan perencanaan dan pelaksanaan program tepat sasaran, tepat waktu, efektif, dan efisien.
Selain itu, perlunya perhatian khusus pada daerah tertinggal, terbelakang, dan terluar (3T), yang fokus pada tiga aspek utama yaitu: pemenuhan dan peningkatan sumber daya manusia, pemenuhan sarana dan prasarana untuk mendukung upaya penurunan stunting; dan penggerakan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan bahwa program-program yang dirancang dapat diimplementasikan dengan baik.
Sementara itu, Wapres KH Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa keberhasilan yang telah dicapai dalam percepatan penurunan stunting, merupakan buah dari kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif dari semua unsur yang terlibat.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa target besar yang masih harus dicapai, yaitu membebaskan anak Indonesia dari stunting. Oleh karena itu, dirinya memberikan penekanan khusus tentang pentingnya keberlanjutan pelaksanaan program penanggulangan stunting.
“Saya sangat berharap jajaran pemimpin pemerintahan baru dapat terus berkomitmen melanjutkan pelaksanaan program percepatan penurunan stunting dan menjaga hasil yang sudah dicapai sebelumnya. Akan lebih baik lagi jika dapat melampaui pencapaian pada periode sebelumnya,” harapnya.
“Kepemimpinan bisa berganti dan angka stunting bisa diturunkan. Akan tetapi, kita masih memiliki pekerjaan rumah yang belum selesai, yaitu membebaskan anak Indonesia dari stunting,” imbuhnya.
Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin juga menyerahkan penghargaan kepada pemerintah daerah sebagai bentuk apresiasi atas capaian pelaksanaan percepatan penurunan stunting yang dilakukan. Apresiasi yang diberikan berupa dana insentif fiskal tahun berjalan tahun 2024 kategori percepatan penurunan stunting.
Pada tahun ini apresiasi diberikan kepada 130 pemerintah daerah untuk percepatan penurunan stunting yang terdiri atas 9 provinsi, 99 kabupaten, dan 22 kota. Pada kesempatan itu, Wapres memberikan dana insentif fiskal secara simbolis kepada 20 pemerintah daerah.
Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada 15 desa berkinerja baik dalam upaya percepatan penurunan stunting.
“Semoga program percepatan penurunan stunting dapat terus dilanjutkan dan disempurnakan di periode-periode berikutnya, sebagai upaya menciptakan generasi unggul sesuai visi Indonesia Emas 2045,” ucap Wapres menyampaikan harapan. (*/ANO)











