Selanjutnya (6) Konflik tanah antara masyarakat dengan perkebunan, kehutanan, dan pemegang Hak Guna Usaha (HGU), (7). Pembangunan infrastruktur di kawasan industri baik Banyuwangi Utara maupun kawasan industri lainnya, (8). Masih masih seringnya penggunaan isu santet di daerah-daerah tertentu untuk meresahkan masyarakat dan (9). Penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD / ADD ) yang masih belum transparan dan akuntabel serta tidak sesuai kebutuhan masyarakat serta (10). Munculnya agama baru seperti Bahai, dan paham yang cenderung melahirkan radikalisme mengancam harmonisasi kehidupan bermasyarakat berbangsa dna bernegara dalam Negara Kesatua Republik Indonesia (NKRI)
Seperti diberitaan sebelumnya sesuai dengan yang dijadwalkan sebelumnya sepuluh peserta terbaik Curah Pendapat Kebangsaan “Merajut Harmoni Membangun Negeri” melakukan presentasi secara Offline di Desa Kebangsaan Bulusari Kecamatan Kalipuro Banyuwangi pada Sabtu (13/08/2022).
Menurut Muhammad Lutfi, Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyuwangi materi presentasi dari sepuluh peserta terbaik akan disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai bahan untuk melengkapi penyusunan program pembangunan di Banyuwangi.
“Kami akan mengirimkan surat resmi kepada sepuluh peserta terbaik untuk menuangkan ide-ide dan gagasan mereka yang selanjutnya akan disampaikan kepada dinas/ instansi yang sesuai dengan materinya,” jelas Lutfi.///











