Banyuwangi, seblang.com – Dijadikannya Pantai Boom sebagai pelabuhan internasional dan pelabuhan Tanjungwangi sebagai pelabuhan ekspor impor berpotensi munculnya konflik di masyarakat. Apalagi ada dugaan di Pantai Marina Boom Banyuwangi ada praktek hiburan tari telanjang (Striptis) dan penjualan minuman beralkohol (Minol) bagi para pengunjung.
Ungkapan tersebut disampaikan, Suminto, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Banyuwangi yang dinyatakan menjadi salah satu dari 10 peserta terbaik dalam lanjutan acara Curah Pendapat “Merajut Harmoni Membangun Negeri,” yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Bakesbangpol) secara offline di Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu (13/08/ 2022)
Menurut Minto potensi kerawanan yang membutuhkan perhatian serius adalah Pro – Kontra Tabang Emas Tumpang Pitu dan Pertambangan Emas Tanpa Izin Desa Suberagung Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi yang terus berlangsung sampai saat ini.
“Persoalan tambang emas yang belum tuntas sampai saat ini antara lain; lahan pengganti yang belum ada, kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kurang signifikan, pengelolaan Corporate Social Responsibilty (CSR) dan penjualan saham milik Pemkab Banyuwangi yang memicu permasalahan serta berbagai persoalan tambang yang disinyalir akan terus bergulir,” jelas mantan Anggota DPRD Banyuwangi itu.
Adapun poin-poin Sepuluh potensi kerawanan di Kabupaten Banyuwangi adalah; (1). Dampak Covid 19 yg belum sepenuhnya teratasi, (2). Rencana Pemilu 2024, ( 3) . Pro – Kontra Tabang Emas Tumpang Pitu dan Pertambangan Emas Tanpa Izin, (4). Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dan (5 ). Dijadikannya Pantai Boom sebagai pelabuhan internasional dan pelabuhan Tanjungwangi sebagai pelabuhan ekspor impor. Ada dugaan di Pantai Boom ada praktek hiburan tari telanjang (Stripetesse) dan penjualan minuman beralkohol (Minol).











