BANI, merupakan akronim dari Brittle (rapuh), Anxious (cemas), Non-Linear (tidak linier), dan Incomprehensible (tak terpahami). Fenomena ini mencerminkan paradoks yang dialami manusia di tengah kemajuan dan perubahan yang begitu cepat. Generasi saat ini, yang tampak kuat, ternyata rapuh. Dunia yang terlihat terkendali melahirkan kecemasan. Perjalanan hidup pun tak selalu linier dan penuh ketidakpastian.
“Yang terakhir, Incomprehensible. Saat ini banyak spesialis dalam berbagai bidang sampai akhirnya antar spesialis saling tak mengetahui yang mengakibatkan sistem yang komprehensif tidak terwujud,” jelas Renald.
Menghadapi gejala-gejala tersebut, Renald menekankan pentingnya ASN untuk beradaptasi dengan perubahan. Penerapan teknologi informasi menjadi sesuatu yang tak bisa diabaikan begitu saja. “Mau tidak mau, kita harus belajar. Mengaktualkan diri dengan berbagai perkembangan. Sembari terus memahami karakter yang muncul di tengah masyarakat,” paparnya.//////









