Dia menuturkan dalam pelaksanaan Workshop Penulisan Identifikasi Masyarakat Adat Osing ada beberapa yang ditekankan, antara lain pihaknya ingin membangun profil masyarakat adat dan sebarannya di berbagai tempat.
Kemudian mencoba memotret praktek-praktek yang berlaku dalam beberapa hal misalnya tentang kesetaraan gender dan pegelolaan sumber daya alam (SDA)nya. “Karena hasil penelitian di masyarakat Osing kondisi alamnya di beberapa tempat terutama di desa-desa masih terjaga kelestarianya,” imbuh Edi.
Selanjutnya ARuPA bersama dengan Aman Osing ingin memotret adat istiadat yang masih berlaku di masyarakat Osing yang masih dijaga dipelihara dan dilestarikan serta berbeda dengan adat istiadat masyarakat yang lain di wilayah Banyuwangi.
Selanjutnya ARuPA bersama dengan Aman Osing juga ingin mengetahui Community Livelihood ( penghidupan masyarakat) Osing, terutama yang benar-benar mempunyai ciri khas.”Seperti yang kemarin teman-teman menemukan batik dan tenun Osing. Realitas itu yang kami angkat sehingga publik tahu bahwa masyarakat adat Osing masih eksis dan masih ada problematika yang membutuhkan perhatian khusus,” pungkas Edi.











