“Seperti Banyuwangi inilah yang kami harapkan dari kepala daerah. Punya kepedulian pada geopark,” tegas Tito.
Ragam event tersebut dinilai mendorong ketertarikan global. Wisatawan, ilmuwan, hingga peneliti dari berbagai negara datang ke Banyuwangi untuk melihat langsung keunikan Ijen.
Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy menambahkan, Indonesia kini menjadi salah satu dari tiga negara dengan geopark terbanyak di jaringan UGG. Dari 241 geopark di 51 negara, Indonesia memiliki 12 geopark yang telah tercatat di UNESCO.
“Peran kepala daerah sangat penting dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas geopark,” ujarnya. Termasuk di dalamnya pengelolaan destinasi alam dan buatan secara berkelanjutan serta pengembangan pusat edukasi berbasis alam dan budaya melalui gerakan kolaboratif multi-pihak.
Dalam forum tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut memaparkan perjalanan pengembangan Geopark Ijen dan berbagai program yang telah dijalankan.
Ipuk menegaskan meski banyak kewenangan Geopark Ijen berada di BKSDA, Pemkab Banyuwangi tetap mencari cara agar geopark dapat memberi manfaat bagi masyarakat.
“Itulah yang membuat kami menggelar banyak event, baik sport tourism maupun seni budaya, agar masyarakat mendapat dampak ekonomi dari Geopark Ijen,” kata Ipuk.
Upaya tersebut terbukti mendorong kenaikan kunjungan wisata. Dampak ekonominya dirasakan langsung warga, ditandai turunnya angka kemiskinan Banyuwangi dari 8 persen saat pandemi Covid-19 menjadi 6,13 persen saat ini. (*)











