“Kondisi alam memang tidak bisa diprediksi, tetapi kami sudah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan tidak ada gangguan signifikan pada aktivitas pelabuhan,” jelasnya.
Pos terpadu di Pelabuhan Ketapang menjadi pusat koordinasi pengamanan. Pos ini melibatkan berbagai stakeholder, termasuk BPBD, Basarnas, tenaga kesehatan, dan Senkom, untuk menghadapi berbagai potensi gangguan, baik keamanan, kriminalitas, maupun bencana alam.
“Pos ini juga berfungsi sebagai pusat layanan bagi masyarakat, termasuk evakuasi cepat jika terjadi situasi darurat seperti pohon tumbang atau kecelakaan di jalur arteri menuju pelabuhan,” ujar Kapolresta.
Kapolresta menghimbau pengguna pelabuhan untuk mematuhi aturan dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran penyeberangan. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membawa barang-barang berlebih yang dapat mengganggu keamanan, serta selalu menjaga ketertiban selama di pelabuhan,” tegasnya.
Pos Pengamanan dan Antisipasi Cuaca Ekstrem
Untuk memperkuat pengamanan, delapan pos pengamanan, satu pos terpadu, dan satu pos pelayanan telah didirikan, termasuk di bandara dan kawasan rawan. Selain itu, 28 destinasi wisata, seperti Gunung Ijen dan Pantai Boom, juga menjadi prioritas pengamanan.
Pos-pos ini melibatkan berbagai instansi, seperti Basarnas, BPBD, dan tenaga kesehatan, untuk merespons cepat jika terjadi gangguan keamanan atau bencana alam.
“Kami mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk potensi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang akibat hujan deras. Personel kami siap siaga untuk membersihkan jalur atau menangani gangguan lain,” tegasnya.
Imbauan untuk Malam Tahun Baru
Kapolresta juga mengimbau masyarakat untuk merayakan tahun baru dengan aman dan tertib. “Kami meminta masyarakat, terutama anak muda, menghindari kegiatan seperti balapan liar, penggunaan knalpot brong, atau konsumsi minuman keras yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Bagi warga yang meninggalkan rumah untuk liburan, Polresta Banyuwangi menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor polisi setempat. “Pastikan rumah dalam keadaan aman, listrik dimatikan, dan kunci rumah terkunci rapat sebelum bepergian. Laporkan ke aparat setempat agar kami bisa melakukan patroli,” tambah Kapolresta.
Persiapan dan Harapan
Operasi Lilin Semeru 2024 berlangsung sejak 21 Desember hingga 2 Januari. Polresta Banyuwangi, bersama TNI dan stakeholder terkait, berkomitmen menciptakan situasi aman, nyaman, dan kondusif selama masa liburan ini. Kapolresta berharap masyarakat dapat merayakan tahun baru dengan harapan dan doa untuk tahun 2025 yang lebih baik.
“Semoga perayaan tahun baru di Banyuwangi berjalan lancar tanpa gangguan, sehingga masyarakat bisa merayakannya dengan bahagia dan penuh harapan,” tutupnya.









